Profil Kepala Daerah

Profil Kepala Daerah

Kepala Daerah Kabupaten Konawe

 

CALL CENTER


 

Agenda

Selayang Pandang - Sosial & Ekonomi

Ekonomi Makro Kabupaten Konawe

Kondisi makro perekonomian Kabupaten Konawe cenderung semakin membaik bila dibandingkan tahun sebelumnya. Adanya kebijakan-kebijakan pemerintah pusat di bidang ekonomi, khususnya di bidang fiskal diharapkan dapat memberi pengaruh positif terhadap perbaikan ekonomi daerah. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai salah satu indikator ekonomi Kabupaten Konawe menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011 PDRB Kabupaten Konawe berdasarkan harga berlaku sebesar Rp867.252.560.000,00 pada tahun 2012 naik menjadi Rp925.169.580.000,00. Sedangkan berdasarkan harga konstan pada tahun 2011 mencapai Rp3.684.776.475.000,00 dan pada tahun 2012 mencapai Rp3.789.867.412.000,00. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi berdasarkan harga konstan tahun 2011 sebesar  2,73 % dan pada tahun 2012 pertumbuhan ekonomi sedikit lebih tinggi dibanding Tahun sebelumnya yaitu 6,66 %. Hal ini disebabkan total PDRB atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan sebesar 2,73 % dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2012 dipengaruhi oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mengalami pertumbuhan sebesar 13,67 %. Terdapat pula sektor ekonomi yang mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 10,57 %, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 9,24 % dan sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 8,37 %.

Pendapatan per kapita yang ditunjukkan dengan nilai PDRB per kapita adalah salah satu angka yang dipakai untuk melihat keberhasilan pembangunan dari aspek perekonomian suatu wilayah. Perkembangan PDRB Kabupaten Konawe atas dasar harga berlaku maupun harga konstan menunjukkan bahwa adanya peningkatan dari tahun ke tahun. Dalam kurun waktu 2010 – 2012 dengan rincian sebagai berikut: kenaikan berdasarkan harga berlaku tahun 2010 sampai dengan tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar Rp10.242.145.340.000,00 atau mencapai 4,99% sedangkan kenaikan pada tahun 2012 sebesar Rp8.561.033.850.000,00. Kondisi perekonomian makro Kabupaten Konawe Tahun 2011 sebesar Rp858.062.180.000,00 atau 36,33% sedangkan pertumbuhan perekonomian tahun 2012 sebesar Rp915.166.980.000,00 atau 9,88%. Sejalan dengan tren yang terjadi dari tahun-tahun sebelumnya, laju pertumbuhan perekonomian Kabupaten Konawe tahun 2012 diperkirakan berada dibawah pertumbuhan perekonomian Sulawesi Tenggara, yang didominasi berbagai sektor-sektor antara lain; sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan, Sektor Pertambangan dan penggalian dan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi. Dalam konteks makro regional, dengan melihat tentang latar belakang kondisi ekonomi Kabupaten Konawe dari tahun-tahun sebelumnya maupun kondisi umum perekonomian nasional dan regional Sulawesi Tenggara, dengan diestimasikan masih mampu berkembang dan tumbuh secara dinamis dalam kerangka pembangunan daerah Kabupaten Konawe dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan ini pertumbuhan ekonomi tersebut besar kemungkinan akan melambat dibandingkan Tahun sebelumnya akibat krisis keuangan global yang berimbas pada kawasan asia. Hal seperti ini sangat diperlukan sikap konservatif dan berhati-hati terutama dalam mengatasi berbagai masalah akses perekonomian, terutama pada sektor riil yang cenderung berimbas pada kelompok masyarakat yang rentan terutama keluarga miskin dan kelompok marjinal.

Perkembangan ekonomi nasional tersebut dapat berimbas pada peningkatan perekonomian Kabupaten Konawe tahun 2011. Sedangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe di Tahun 2012 tidak jauh berbeda dengan tahun 2011, maka untuk meningkatkan ekonomi tersebut perlu ditunjang dengan nilai investasi yang tinggi serta nilai ekspor dan impor yang secara proporsional. Sama halnya laju inflasi Kabupaten Konawe akan mengalami peningkatan disebabkan terjadinya peningkatan laju inflasi ekonomi nasional dan regional Sulawesi Tenggara. Sehingga perlu adanya kebijakan-kebijakan khusus dalam menjaga stabilitas harga, tahun 2012 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe diproyeksikan kisaran 1,04%. Dengan demikian kebijakan ekonomi daerah harus mampu merendam gejolak ekonomi, agar kelompok masyarakat yang rentan memiliki ketahanan untuk menghadapinya.

Proyeksi peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Konawe dapat disinkronkan dengan isu-isu strategis, kebijakan dan program kegiatan prioritas antar pusat, provinsi, kab/kota, yang dijalankan untuk melindungi dan jaminan pemenuhan pelayanan dasar dalam kelangsungan usaha produktif kelompok rentan. Dengan mempertimbangkan prospek peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Konawe pada tingkat inflasi tahun 2011, diharapkan peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe tahun 2012 dapat mampu mengentaskan kemiskinan dan membuka peluang kesempatan kerja bagi kelompok masyarakat terhadap usia produktif dalam meningkatkan roda perekonomian masyarakat Kabupaten Konawe itu sendiri.

Dalam penyusunan APBD/APBD Perubahan Kabupaten Konawe tahun 2012 telah ditetapkan berbagai asumsi-asumsi dasar yang digunakan sebagai tolok ukur dalam menetapkan besaran biaya dan belanja yang dibutuhkan dalam melaksanakan program prioritas pembangunan pemerintah dan pembinaan terhadap masyarakat miskin. Asumsi-asumsi dasar yang digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan APBD/APBD Perubahan Kabupaten Konawe tahun 2012, tidak terlepas dari asumsi terhadap kondisi lokal/daerah dan nasional.

Perubahan berbagai asumsi dasar dan kebijakan umum APBD Kabupaten Konawe tahun 2012 adalah sebagai berikut.

  1. Produk Domestik Bruto (PDB) berkisar Rp2.500.000.000,00 - Rp2.700.000.000,00
  2. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  3. Harga bahan bakar minyak (BBM) mengikuti harga yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
  4. Defisit anggaran diproyeksikan semaksimal mungkin.
  5. Pertumbuhan ekonomi di luar migas.
  6. Angka pengangguran terbuka diturunkan.
  7. Jumlah penduduk miskin ditekan sampai memenuhi standar.

Asumsi-asumsi tersebut sesuai dengan pidato kenegaraan presiden RI dalam Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Undang-Undang tentang Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2012 dan kebijakan tentang peningkatan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil melalui kenaikan gaji dan tunjangan yang mengalami peningkatan sebesar 10%