Profil Kepala Daerah

Profil Kepala Daerah

Kepala Daerah Kabupaten Konawe

 

CALL CENTER


 

Agenda

Selayang Pandang - Wilayah

Wilayah Kabupaten Konawe

Kabupaten Konawe beribukota di Unaaha yang berjarak 73 km dari Kota Kendari. Secara geografis terletak di bagian selatan khatulistiwa, yang melintang dari 020451 dan 040151 lintang selatan, membujur dari 1210151 dan 1230301 Bujur Timur. Adapun batas wilayah Kabupaten Konawe yakni sebagai berikut.

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah;
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda dan Laut Maluku;
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Konawe Selatan;
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kolaka Timur.

Topografi

Wilayah topografi Kabupaten Konawe memiliki permukaan tanah yang bergunung dan berbukit yang diapit dataran rendah yang berpotensial untuk dikembangkan, terutama sektor pertanian, sektor kelautan dan perikanan dan sektor lainnya untuk mendukung ekonomi daerah. Berdasarkan garis ketinggian wilayah Kabupaten Konawe dapat dibedakan atas 5 kelas luas daratan menurut ketinggian di atas permukaan air laut antara lain:

Tinggi diatas permukaan Laut

Persentase (%)

0 – 25

8,11

25 – 100

31,62

100 – 500

39,38

500 – 1.000

13,66

1.000 keatas

7,23

Jumlah

100,00

 

Selain menurut ketinggianya dapat diklasifikasi menurut kemiringan tanah dan jenis tanah sebagaimana telah dijelaskan dibawah ini:

Tingkat Kemiringan Tanah

Persentase (%)

Persen (%)

Derajad (00)

00 – 02

00 – 1,80

30,52

03 – 15 

1,80 – 13,50

32,61

16 – 40

13,50 – 36,00

27,33

41  keatas

36,00 – 90,00

9,54

Jumlah

 

100

Adapun jenis tanah Kabupaten Konawe meliputi tanah Latosol dengan luas 363,380 ha atau 23,35 persen, tanah Padzolik dengan luas 438,110 ha atau 28,15 persen, tanah Organosol seluas 73,316 ha atau 4,71 persen, tanah Mediteran seluas 52,888 ha atau 3,39 persen, tanah Aluvial seluas 74,708 ha atau 4,80 persen, dan tanah Campuran seluas 553,838 ha atau 35,59 persen.

Iklim

Keadaan iklim seperti daerah – daerah lain di Indonesia di Kabupaten Konawe dikenal dengan dua musin yaitu Musim Kemarau dan Musim Hujan. Akan tetapi keadaan musim tersebut dapat dipengaruhi oleh arus angin yang bertiup diatas wilayah permukaan.

Musim tersebut di Kabupaten Konawe pada biasanya pada bulan November sampai dengan Maret, angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Benua Asia dan Samudera Pasifik, setelah melewati beberapa lautan. Pada bulan tersebut terjadi musim hujan. Bulan April penentuan curah hujan arus angin tidak mengarah pada satu arah kadang kurang, kadang lebih. Musim tersebut dikenal sebagai musim pancaroba. Sedangkan pada bulan Mei dan Agustus arah angin bertiup dari arah timur berasal dari Benua Australia dengan kurang mengandung uap air. Hal ini diakibatkan minimnya curah hujan di daerah Kabupaten Konawe. Akan tetapi pada Agustus sampai dengan Oktober terjadi perubahan cuacah menjadi musim kemarau dengan ini sebagai akibat perubahan kondisi alam tidak menentu dan musin tersebut sering menyimpan dari kebiasaan.

Hidrologi

Kabupaten Konawe mempunyai sungai besar yang sangat potensial dalam pengembangan pertanian, dan irigasi serta pembudidayaan perikanan darat bahkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) seperti: Sungai Konaweeha dan Sungai Lahumbuti. Sedangkan sungai – sungai besar yang lain seperti: Sungai Lapoa sekarang telah termasuk wilayah Kabupaten Konawe Selatan. Sungai Lasolo, Kokapi, Toreo, Andumowu dan Sungai Molawe menjadi bagian wilayah Konawe Utara.

Sungai Konaweeha merupakan sungai yang terbesar di daerah Kabupaten Konawe mempunyai debit air yang sangat kuat ± 200 m3 per detik. Pada sungai tersebut telah dibangun bendungan air wawotobi yang mampu mengairi beberapa persawahan yang ada di kabupaten konawe dengan luas persawahan ± 18.000 hektar. Selain dari beberapa sungai tersebut di atas masih terdapat Rawa Aopa yang berpotensial untuk pengembangan usaha perikanan darat.

Luas Wilayah

Luas wilayah Kabupaten Konawe Tahun 2010 sebagaimana tertuang pada dokumen konawe dalam angka, dengan seluas 679.245 ha atau 17,81 persen dari luas wilayah daratan Sulawesi Tenggara. Namun berdasarkan peta tataruang hasil Revisi Rencana Tataruang Kabupaten Konawe tahun 2005, luas mencapai 10,700 km2 sedangkan luas wilayah perairan (laut) ± 11,960 termasuk perairan Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Konawe Utara.

Selain jazirah tenggara, terdapat juga beberapa pulau-pulau kecil antara lain: Pulau Wawonii, Pulau Bokori, Pulau Saponda Laut dan Pulau Saponda Darat, sedangkan Pulau Campada dan Pulau Hari adalah bagian dari Kabupaten Konawe Selatan dan Pulau Labengki, Pulau Bawulu, Pulau Karama merupakan bagian dari Kabupaten Konawe Utara.

Luas wilayah menurut kecamatan sangat beragam, Kecamatan Routa merupakan wilayah yang terluas 62,028 ha sementara wilayah yang terkecil yaitu Kecamatan Lalonggasumeeto pemekaran dari Kecamatan Soropia dengan luas 4,316 ha atau masing-masing 9,13 persen dan 0,64 persen terhadap luas wilayah Kabupaten Konawe.

Potensi Pertanian

Tujuan pembangunan sektor pertanian yaitu untuk meningkatkan produksi, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani perdesaan dalam memperluas kesempatan kerja. Kabupaten Konawe mempunyai potensi lahan pertanian yang sangat luas seperti pengunaan lahan menjadi lahan persawahan, lahan perkebunan/ladang/huma. Tahun 2003 sampai tahun 2011 potensi pertanian mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya sebagai akibat meningkatnya produktivitas (produksi per hektar) seperti produksi padi sawah, ubi kayu, jangung, kacang hijau, kacang kedelai, ubi jalar dan kacang tanah.

Selama ini potensi pertanian di Kabupaten Konawe sangat berproduksi untuk tanaman bahan makanan yang diusahakan oleh penduduk masyarakat Kabupaten Konawe dan digunakan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat akan bahan makanan, selain itu Depot Logistik (DOLOG) Provinsi Sulawesi Tenggara setiap saat juga berusaha mengadakan beberapa jenis bahan makanan pokok yang meliputi: beras, gula pasir dan tepung terigu.

Pengembangan potensi padi sawah diarahkan pada daerah yang dialiri oleh irigasi, sentra produksi pada sawah tersebut adalah meliputi Kecamatan Amonggedo, Kecamatan Wonggeduku, Kecamatan Wawotobi, Kecamatan Unaaha, Tongauna, Abuki, Lambuya, dan Uepai serta wilayah yang mempunyai aliran sungai irigasi.

Potensi Perkebunan

Potensi perkebunan Kabupaten Konawe terdapat beberapa jenis tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan adalah kelapa, kopi, cengkeh, kakao, jambu mete, kapuk, kapas kemiri, lada, pala, vanili, pinang, enau tembakau dan sagu. potensi perkebunan Kabupaten Konawe yang terbesar adalah kakao, jambu mete dan kelapa.

Dari sisi lain potensi perkebunan rakyat, masih banyak terdapat berbagai potensi yang menunjang kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan tarap hidup dan ekonomi masyarakat itu sendiri.

Potensi Perikanan

Dalam pemanfaatan potensi pengembangan budidaya perikanan dapat dilakukan melalui pembenihan, pembudidayaan, penyiapan prasarana, pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan. Potensi tersebut diharapkan mampu dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas dan produksi usaha perikanan budidaya. Kegiatan pembudidayaan perikanan laut maupun darat dapat diklasifikasikan menjadi kegiatan marine kultur dan budidaya air payau.

Kegiatan budidaya perikanan ditentukan oleh beberapa factor antara lain sumber air menyangkut kualitas dan kuantitas. Oleh karena itu pengembangan usaha budidaya adalah mengupayakan peningkatan produktivitas suatu lahan atau perairan dengan input teknologi yang ada. Pengembangan potensi pengembangan pembudidayaan perikanan ke depan harus mampu mendayagunakan potensi yang ada, sehingga dapat mendorong kegiatan produksi berbasis perekonomian rakyat dan meningkatkan pendapatan PAD Kabupaten Konawe serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat wilayah pesisir Kabupaten Konawe.

Potensi Hasil Hutan

Hasil hutan kayu oleh masyarakat lokal hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan ketentuan dengan intensitas dan kapasitas produksi yang sangat kecil. Sedangkan hasil hutan yang sering dijumpai adalah kayu bakar, bahan untuk rumah dan bahan untuk pembuatan perahu, dalam pola pemanfaatan hasil hutan telah bergeser drastis, bagi dari segi pelaku maupun intensitas produksi dan peruntukannya.

Dalam pemanfaatan hasil hutan tersebut sebagaimana dijelaskan diatas umumnya adalah pengusaha, baik lokal maupun yang berasal dari luar daerah, melalui pemanfaatan hak-hak ekslusif untuk memenuhi bahan baku industri dalam memenuhi kebutuhan pasar, baik di dalam, maupun di luar negeri (ekspor). Dominasi pemanfaatan hasil hutan dari masyarakat lokal terhadap pengusaha di Kabupaten Konawe mulai sebelum dikeluarkannya Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 12 tahun 1996 tentang Pemberian Izin Pemanfaatan Hasil Hutan tanah milik pada Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Peraturan Daerah Kabuapten Konawe Nomor 10 Tahun 2001 tentang Izin Pemanfaatan Hasil Hutan Milik (IPHM), serta Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan dan Izin Pemungutan Hasil Hutan pada Hutan Produksi Alam.

Potensi Peternakan

Dalam pemanfaatan potensi peternakan yang ada di Kabupaten Konawe adalah mencakup berbagai kegiatan pembibitan dan pembudidayaan terhadap ternak dan ungas dengan tujuan untuk dikembangbiakkan dalam meningkatkan perekonomian terhadap pendapatan daerah, baik yang dilakukan rakyat maupun oleh perusahaan peternakan. Sedangkan jenis ternak yang dicakup adalah: sapi, kerbau, kambing, babi, kuda, ayam, itik, telur ayam, telur itik serta peliharaan hewan lainnya.

Potensi peternakan di Kabupaten Konawe sangat berpotensial untuk mendukung roda perekonomian baik pendapatan daerah maupun pendapatan masyarakat, potensi tersebut pada tahun-tahun sebelumnya sangat berperan terhadap pendapatan masyarakat, akan tetapi disebabkan adanya Peraturan Daerah tentang Tata Pelaksanaan Ketertiban Terhadap Ternak, maka potensi peternakan tersebut mengamai penurunan yang signifikan.

Potensi Pertambangan

Dalam peningkatan potensi peningkatan sektor pertambangan Kabupaten Konawe adalah untuk meningkatkan pendapatan daerah, maka pembangunan sektor pertambangan dan energi diharapkan pada peningkatan produksi yang efektif.

Potensi pertambangan yang terdapat di Kabupaten Konawe adalah sebagai berikut.

-          Potensi pertambangan marmer yang tersebar di Kecamatan Abuki, Latoma dan Routa.

-          potensi batuan ultra biasa untuk bahan ornamen yang terdapat di Kecamatan lambuya dan Pondidaha.

-          Potensi batu kapur terdapat di Kecamatan Pondidaha.

-          Potensi pasir dan kerikil terdapat di Kecamatan Konawe, Uepai dan Sampara.

-          Potensi dalamit terdapat di Kecamatan Wowonii daerah Kepulauan.

-          Potensi alam batuan kapur seperti batu gambing terdapat di Kecamatan pondidaha.